Entah apa yang dia tunjukan padaku,hingga membuatku sangat
mengharapkannya. Aku tak butuh hartanya, harta adalah sesuatu yang aku bisa
cari, tapi kesetiaan dan pengorbanan adalah hal yang sulit untuk di cari, dan
entah kenapa aku percaya jika kau bisa… bisa membuat hatiku jatuh padamu.
Aku selalu bertanya kepada diriku sendiri “kenapa ini harus
terjadi kepadaku?” dan “kenapa hanya kamu yang selalu muncul di pikiranku
walaupun banyak orang yang datang dan mengharapkanku?” hal yang keluar dari diriku sendiri adalah “dia”. Dia,
dia , dia, entah apa yang ia perbuat padaku.
Aku selalu coba untuk melupakannya, sekuat tenagaku, ku
jatuhkan airmata ini untuk mencoba melupakanmu. Tapi lagi lagi entah kenapa
sepertinya aku gagal dan menyerah pada ini semua. Ku teringat padanya lagi, lagi,
dan lagi, dan bahkan setiap detik.
Namanya, dia, adalah sebuah kata- kata terindah yang pernah
ku dengar. Ku sangat senang bila namanya disebut, hidupku terasa lengkap dan
indah. Namanya bagaikan pancaran hidupku. Aku buta karnanya, hingga aku tak
bisa melihat dan terjatuh.
Aku terjatuh, terluka, terpuruk, hidupku bagaikan tak
berarti. Tapi lagi lagi dan lagi entah apa yang dia lakukan padaku hingga
membuatku menyakiti diriku sendiri, menyakiti perasaan, dan merusak hidupku. Tapi,
bagiku, luka ini adalah pembuktian bahwa aku benar- benar mencintainya dengan
tulus dan tidak memanfaatkan atau menjadikannya pelampiasan saja.
Tapi, mungkin ia berpikir sebaliknya. Entah apa yang ia
pikirkan tentangku. Sama kah sepertiku, atau bahkan ia berpikir aku mencintai
orang lain ?, atau bahkan yang lebih parah dia memikirkan yang lain ?. aku
sebenarnya tidak pernah peduli akan itu, yang aku peduli adalah, aku ingin dia
membiarkan aku mencintainya, walaupun ia tidak merasakan hal yang sama
kepadaku.
Aku tau memendam perasaan itu sangat tidak baik, tapi aku
memang harus memendamnya, aku tidak terpaksa, aku sengaja menutupinya,
sebenarnya. Aku tidak mau dia berubah kepadaku aku ingin kehangatan selalu ada
di antara kita, bercerita tanpa ada jeda dan celah di antara kita, selalu
tertawa, mungkin sedih juga. Ku ingin melewati tawa dan tangis bersama dia
walaupun hal itu tidak mungkin akan terjadi.
Aku mengatakannya, karena aku sudah tak kuasa menahan
perasaan ini. Aku tak tahu apa yang harus aku katakan, tanpa aku mengatakan
sesuatupun dia sudah mengetahuinya. Benar apa yang aku pikirkan, ia berubah,
selalu ada cela, bukan selalu, tapi ini seperti dinding yang menghalagi kita
berdua. Tak ada lagi canda tawa di antara kita, semua itu hilang.
Seketika hatiku menangis sangat kencang, aku tak bisa, tak
bisa melewatinya.. hingga saatnya tiba… aku benar benar fall in in love with
you. Maafkan aku tidak bisa melupakanmuM……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar